BANDAR LAMPUNG – Kinerja perekonomian Bumi Ruwa Jurai kembali menorehkan raport emas di panggung domestik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sukses meredam fluktuasi harga barang kebutuhan pokok hingga mencatatkan angka inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 1,94 persen pada Mei 2026. Capaian ini secara resmi menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan laju inflasi terendah dan paling terkendali di seluruh Indonesia.
Berdasarkan basis data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Kamis (4/6/2026), grafik inflasi Lampung berada jauh di bawah rata-rata tingkat inflasi nasional yang bertengger di angka 3,08 persen.
Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Bachril Bakri, menjelaskan bahwa dinamika pasar nasional pada pertengahan triwulan kedua ini sejatinya masih dibayangi tekanan berat dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, serta komoditas tembakau. Namun, sirkuit koordinasi berlapis yang diterapkan Pemprov Lampung terbukti ampuh mengisolasi tekanan harga tersebut dari kantong masyarakat.
Sinergi Lintas Sektor Amankan Rantai Pasok dan Kelancaran Distribusi
Keberhasilan memuncaki peringkat pertama nasional dalam pengendalian harga ini menjadi bukti otentik efektivitas kebijakan intervensi pasar yang dikoordinasikan oleh TPID Lampung bersama instansi vertikal dan para pelaku usaha.
Inspektorat Provinsi Lampung melalui saluran komunikasi resminya menegaskan, kestabilan angka 1,94 persen tersebut tidak bergulir secara instan, melainkan hasil dari penguatan sirkuit monitoring pasokan pangan secara harian di gudang-gudang distrik, operasi pasar murah yang terjadwal, serta jaminan kelancaran arus distribusi logistik dari sentra pertanian menuju pasar tradisional tanpa hambatan pungutan liar maupun hambatan transportasi.
Stabilitas makro yang terjaga kuat ini dinilai memberikan ruang kepastian yang kokoh bagi daya beli masyarakat, sekaligus menjadi fondasi yang sehat dalam memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah pasca-panen raya.
Lampung Timur dan Bandar Lampung Masuk Jajaran 10 Besar Nasional
Keberhasilan menjinakkan laju inflasi ini terasa kian solid lantaran ditopang oleh performa impresif jajaran pemerintah kabupaten dan kota di bawahnya. Dua wilayah sampling penghitungan inflasi di Lampung bahkan sukses menembus jajaran elit daerah paling stabil secara nasional.
Kabupaten Lampung Timur tercatat menembus sirkuit inflasi tahunan yang sangat rendah, yakni berada di level 1,88 persen. Performa moncer ini diimbangi oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung yang sukses mengunci laju inflasi tahunan pada angka 1,79 persen, sekaligus mengantarkan ibu kota provinsi ini masuk dalam kelompok 10 besar kota dengan manajemen inflasi terbaik se-Indonesia.
Dengan capaian fluktuasi harga yang sangat melandai tersebut, seluruh wilayah klaster penghitungan inflasi di bawah kendali Pemprov Lampung dipastikan telah berada di dalam koridor rentang sasaran target yang dipatok oleh Pemerintah Pusat, yakni di batas aman 1,5 persen hingga 3,5 persen. Keberhasilan ini diharapkan dapat terus dipertahankan guna mengantisipasi dinamika ekonomi pada semester kedua tahun berjalan. (***)
Post a Comment